Selain itu, peluncuran buku karya siswa dan guru merupakan bukti nyata bahwa gerakan literasi ini telah membawa dampak positif di tingkat sekolah.
Buku-buku yang diluncurkan ini bukan hanya hasil dari kreativitas para siswa dan guru, tetapi juga merupakan simbol dari semangat untuk membangun budaya menulis dan membaca di kalangan generasi muda.
Gerakan Literasi Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi budaya yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Lainnya:
Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, diharapkan kemampuan literasi dapat berkembang pesat, menciptakan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan inovatif.
“Ini adalah perjalanan panjang, namun jika kita semua berkomitmen, saya yakin kita bisa menciptakan perubahan nyata. Mari bersama-sama menghidupkan kembali minat baca di seluruh pelosok Kabupaten Tangerang,” tutup Agus Supriatna. (jid)




