Gerakan ini memberikan pelayanan menyeluruh kepada ibu hamil, mulai dari pemeriksaan rutin, pendampingan oleh tenaga kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi yang mengalami masalah gizi.
“Kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan hak kesehatannya secara optimal. Ini bukan kerja satu pihak saja, tapi gotong royong lintas sektor,” tambah Wabup Intan.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam program penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang.
Bacaan Lainnya:
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Mucklis, menyebut program Gerebek Posyandu menargetkan peningkatan pelayanan bagi 243.811 balita dan ibu hamil sepanjang 2025.
“Untuk balita yang bermasalah dengan gizi, akan diberikan PMT selama 3 bulan. Sedangkan ibu hamil yang bermasalah akan menerima PMT selama 4 bulan,” tutup dr. Muchlis.



