Senada dengan itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, mengungkapkan bahwa kegiatan studi ini menjadi peluang emas bagi perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan untuk menunjukkan performa terbaik mereka sekaligus menerima evaluasi langsung dari pihak luar.
“Tahun ini model studi lapangan difokuskan pada problem solving, yaitu mengidentifikasi berbagai permasalahan di lokasi kegiatan. Ini sangat membantu kami sebagai objek studi, karena masalah-masalah yang ada bisa teridentifikasi dengan lebih baik,” jelas Hendar.
Bacaan Lainnya:
Adapun titik lokus studi lapangan melibatkan enam instansi yang dinilai memiliki kinerja dan inovasi terbaik, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Bapenda, DPMPTSP, serta beberapa kecamatan dan kelurahan.
Proses ini bukan hanya memberi keuntungan bagi peserta PKP dalam hal pengembangan kompetensi, tetapi juga bagi Kabupaten Tangerang sendiri. Masukan dari peserta studi dapat memperkaya pendekatan strategis dalam pelayanan publik.



