David Oloan Marpaung dari BWSCC menambahkan, sebenarnya sudah direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 26 kilometer di kiri dan kanan sungai sejak 2011.
Namun, hingga kini baru 19 kilometer yang terealisasi. Sisanya masih terkendala, salah satunya akibat proses pembebasan lahan yang belum tuntas.
Ia juga menyoroti penyempitan sungai yang cukup drastis, dari seharusnya 30 meter menjadi hanya 10 meter di beberapa titik.
Bacaan Lainnya:
“Ini yang menyebabkan aliran air terhambat dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan tiba,” ungkap David.
Lebih lanjut, David menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
“Kami mohon kepada masyarakat, tolong jangan buang sampah ke sungai. Sebagus apa pun proyeknya, kalau sungai jadi tempat sampah, semua akan sia-sia,” tutupnya. (jid)



