Salah satu keunggulan utama mobil hybrid adalah kemampuannya menempuh jarak jauh tanpa bergantung pada stasiun pengisian daya. Misalnya, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mampu menempuh hingga 1.200 km dengan satu tangki bahan bakar, sedangkan Yaris Cross Hybrid dapat mencapai sekitar 800 km.
Senada dengan hal tersebut, Chief Marketing Auto2000, Yagimin, menegaskan bahwa teknologi hybrid menawarkan solusi tanpa kompromi bagi konsumen yang ingin menikmati kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu khawatir soal infrastruktur pengisian daya.
“Hybrid itu efisien dan fleksibel. Konsumen tidak perlu khawatir soal charging station, tapi tetap bisa menikmati teknologi ramah lingkungan,” jelas Yagimin.
Bacaan Lainnya:
Selain efisiensi, mobil hybrid juga memiliki nilai jual kembali yang stabil, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mempertimbangkan nilai investasi jangka panjang.
Dukungan terhadap adopsi teknologi hybrid juga datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, yang menyatakan pentingnya transisi bertahap ke kendaraan ramah lingkungan dalam Konferensi GIAC GIIAS 2025.
“Kalau menurut saya, yang paling cocok untuk 25 tahun ke depan, atau satu generasi ke depan, ya kendaraan hybrid,” ujarnya.
Menurut Jonan, teknologi hybrid menjadi solusi ideal untuk menjembatani transisi dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi penuh, tanpa ketergantungan tinggi pada infrastruktur yang masih dalam pengembangan.



