Produksi RDF dilakukan menggunakan tiga unit mesin pengolah. Dua di antaranya beroperasi aktif dengan kapasitas 40 ton per hari, masing-masing mesin mampu menghasilkan sekitar 20 ton RDF. Dalam waktu dekat, RDF yang tersisa akan kembali dikirim ke PT SBI.
“Dari awal kerja sama dengan PT SBI tidak ada komplain dan kami saat ini sedang menunggu armada untuk pengangkutan,” tambah Iwan.
DLH Kota Tangerang juga tengah menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan RDF sebagai bahan bakar alternatif.
Bacaan Lainnya:
Permintaan RDF yang terus meningkat menjadi peluang besar untuk memperluas jangkauan distribusi sekaligus mempercepat pengurangan volume sampah di TPA Rawa Kucing.
“Produksi RDF akan terus ditingkatkan, karena mampu kurangi tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing, serta sudah ada beberapa pihak yang sudah melirik untuk melakukan kerja sama,” kata Iwan.
Lebih jauh, Iwan mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam proses ini dengan memilah sampah sejak dari rumah.



