Program ini membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah secara mandiri, mulai dari pembuatan eco-enzyme, kompos, hingga kerajinan tangan dari limbah rumah tangga.
“Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” ujar Wawan.
Bacaan Lainnya:
“Sampah yang dikelola dengan benar bisa menjadi sumber nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pendekatan partisipatif ini, Kota Tangerang berkomitmen membangun budaya hidup minim sampah yang tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga tumbuh dari kesadaran dan aksi nyata masyarakat. (jid)



