Menurutnya, lomba yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan upaya pelestarian budaya lokal.
“Tema dan jenis lomba tahun ini sangat fokus pada seni budaya daerah, khususnya berbalas pantun dan vokal grup untuk jenjang SMP,” ujar Beni.
“Animo peserta cukup tinggi, terbukti dengan partisipasi 12 grup berbalas pantun dan 145 grup vokal yang turut memeriahkan acara,” ujar Beni.
Bacaan Lainnya:
Porseni 2025 ini jelas menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan ruang bagi pengembangan bakat seni dan olahraga pelajar.
Tak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi lebih jauh lagi, Porseni berperan dalam menjaga kelestarian seni dan budaya lokal, serta menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat di antara para pelajar. (jid)



