“Saya tegaskan sekali lagi, dukungan sosial dan layanan terhadap ODHA tanpa diskriminasi sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, serta komunitas dan tokoh agama, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Keberadaan tokoh agama, termasuk MUI, sangat penting untuk membantu mengubah stigma masyarakat agar lebih menerima dan mendukung ODHA dalam proses pemulihan,” lanjutnya.
Bacaan Lainnya:
Selain itu, ia menekankan bahwa pendidikan, terutama di sekolah, menjadi prioritas utama dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai kesehatan reproduksi dan upaya pencegahan HIV/AIDS.
Peningkatan Layanan dan Penghapusan Stigma
Beberapa strategi yang diusung dalam Rakor ini adalah penguatan kebijakan daerah, perluasan layanan tes dan terapi ARV, peningkatan monitoring dan sistem data, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).



