Model pelayanan ini diharapkan dapat diadopsi di desa-desa untuk memastikan layanan kesehatan lebih optimal dan merata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, menjelaskan bahwa PMT untuk balita dan ibu hamil bersumber dari berbagai pendanaan, termasuk Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, dan APBN dari Kementerian Kesehatan.
“PMT penyuluhan bertujuan mendorong masyarakat datang ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan berat badan menurun, berisiko stunting, atau gizi buruk, yang dananya berasal dari APBD dan APBN,” jelas dr. Hendra.
Bacaan Lainnya:
Pada 2026, Pemkab Tangerang menargetkan untuk memberikan PMT pemulihan kepada sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan 5.000 ibu hamil berisiko.
Semua sasaran akan disaring di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat, seperti pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke dokter spesialis bila diperlukan.



