Dr. Hendra juga menambahkan bahwa Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang dimulai sejak 2024, bertujuan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Dengan dukungan camat dan kepala desa, kita ingin memetakan secara akurat balita dan ibu hamil berisiko. Alhamdulillah, angka balita berisiko stunting sudah menurun signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribuan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, dengan diluncurkannya Gerebek Posyandu 2026, angka stunting dapat terus ditekan dan angka kematian ibu serta bayi dapat diturunkan, sehingga masyarakat Tangerang semakin sehat dan berkualitas. (amd)



