Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti IKM, agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan inklusif.
“Keberadaan IKM tidak hanya sebagai wadah silaturahmi masyarakat Minangkabau, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Sachrudin juga menyinggung momentum Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi lintas budaya.
Bacaan Lainnya:
Ia berharap IKM dapat turut berperan aktif dalam menyemarakkan peringatan tersebut melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang dapat diisi dengan kegiatan positif, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga kegiatan sosial dan pelestarian budaya yang memperkuat rasa kebersamaan,” tambahnya.



