“Warga awalnya bertahan di lantai dua, namun karena aliran listrik dipadamkan dan balita membutuhkan air panas serta kebutuhan lainnya, mereka akhirnya memilih untuk dievakuasi ke pengungsian,” ujar Kasi Tramtib Kecamatan Ciledug, Agung Wibawa.
Selain balita, petugas juga mengevakuasi seorang warga lansia yang memerlukan penanganan medis segera. Lansia tersebut diketahui harus menjalani cuci darah secara rutin dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat menggunakan ambulans setelah berhasil dievakuasi dari lokasi banjir.
Bacaan Lainnya:
Hingga saat ini, sebanyak 620 jiwa tercatat mengungsi di Aula Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug. Pemerintah setempat memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, logistik, hingga layanan kesehatan, telah tersedia.
“Ketinggian air saat ini masih bertahan di angka 140 sentimeter. Kami mengevakuasi empat bayi dan balita, serta satu orang tua yang sakit untuk cuci darah. Saat ini sudah ada 620 warga yang mengungsi di aula kelurahan,” jelas Agung saat ditemui di lokasi kejadian.



