VISIBANTEN.COM, TANGERANG — Setiap April, langit malam menghadirkan pertunjukan alam yang memukau: Hujan Meteor Lyrid. Fenomena ini memikat mata pengamat dengan meteor-meteor berkilauan yang menari di langit, termasuk bola api terang yang kadang muncul tanpa perlu teleskop.
Dari sejarah ribuan tahun hingga jadwal puncak yang bisa diprediksi, Lyrid menjadi momen langka yang mempersatukan astronom amatir dan profesional untuk menikmati keindahan alam semesta.
Bacaan Lainnya:
April menghadirkan suguhan langit spesial bagi penggemar astronomi: Hujan Meteor Lyrid. Fenomena ini biasanya muncul antara 16 hingga 25 April setiap tahun, dan dapat dinikmati tanpa teleskop, dengan meteor-meteor kecil berkilauan seolah menari di langit malam.
Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet Thatcher, yang telah meninggalkan jalur partikel di orbitnya. Saat Bumi melintas jalur ini, partikel-partikel itu memasuki atmosfer dan terbakar, menciptakan cahaya yang dikenal sebagai “bintang jatuh”.



