Meteor ini tampak berasal dari konstelasi Lyra, sehingga namanya Lyrid, meskipun meteor bisa muncul di seluruh langit. Waktu terbaik pengamatan adalah tengah malam hingga fajar, dengan lokasi jauh dari cahaya kota untuk pengalaman maksimal.
Kadang, pengamat juga dapat melihat bola api super terang yang bertahan beberapa detik, lebih terang dari Venus, menambah keindahan pertunjukan langit ini.
Fenomena Lyrid termasuk salah satu hujan meteor tertua. Catatan tertua Lyrid berasal dari China sekitar 687 SM, menjadikannya fenomena astronomi yang sudah diamati manusia selama lebih dari 2.600 tahun.
Bacaan Lainnya:
Debu meteor berasal dari C/1861 G1 Thatcher, komet dengan orbit panjang yang hanya kembali ke dekat Matahari setiap 400–415 tahun.
Rata-rata jumlah meteor mencapai 10–20 per jam, namun kadang terjadi ledakan singkat hingga 100 meteor per jam, fenomena jarang tapi spektakuler.
Peta Radiant
Meteor Lyrid tampak berasal dari konstelasi Lyra, yang dapat ditemukan di arah utara-timur langit malam. Tidak perlu menatap satu titik spesifik karena meteor bisa muncul di seluruh langit.



