“Para Kader Pengawas Partisipatif adalah mata dan telinga yang memastikan setiap suara terjaga demi tegaknya keadilan pemilu,” jelas Lolly.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam menyuarakan gagasan sebagai bentuk kerelawanan untuk mencegah pelanggaran pemilu.
Tidak hanya itu, para kader diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan menghadirkan pengawasan yang efektif dan bermanfaat.
“Harapan kami Kabupaten Tangerang bisa memotivasi menginspirasi semua pemerintah daerah untuk menginisiasi para kader partisipatif melakukan geliat yang sama,” ungkap Lolly.
Bacaan Lainnya:
Sementara, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya peran kader P2P dalam menjaga demokrasi.
“Kita harus menjaga demokrasi kita dalam pagar-pagar demokrasi, saya yakin niatan baik dan positif dari para kader ini saya minta agar pemilu lima tahunan ke depan bisa berjalan dengan lancar,” kata Maesyal.
Program P2P menjadi prioritas nasional yang dilaksanakan bersama Bappenas, berlangsung di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, secara luring dan daring mulai 12 Mei hingga Oktober 2026. (amd)



