Ia menilai kegiatan budaya seperti Grebeg Suro, kirab budaya, dan pagelaran wayang kulit menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah.
Bupati juga menyoroti keberagaman yang menjadi karakteristik Kabupaten Tangerang. Masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi dinilai menjadi modal sosial yang besar untuk mendukung pembangunan daerah.
Bacaan Lainnya:
“Kabupaten Tangerang yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis,” katanya.
“Karena itu, keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama,” sambungnya.



