Menurutnya, sikap terbuka dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak terjebak pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diajak untuk kembali mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengurangan ketergantungan terhadap gawai sekaligus mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, kreativitas, kerja sama, dan sportivitas di kalangan pelajar.
Bacaan Lainnya:
Intan mengatakan kegiatan kemah tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang belajar yang mendorong tumbuhnya kepemimpinan, kemandirian, gotong royong, dan kepedulian sosial.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antar pelajar,” katanya.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertukar pengalaman, membangun jejaring pertemanan, dan mengembangkan potensi diri,” lanjutnya.



