“Bahkan di beberapa kecamatan, kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap dua bulan sekali,” tambahnya.
Secara keseluruhan, Warteksi merupakan bentuk intervensi ekonomi langsung yang terstruktur.
“Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat,” tegas Maesyal.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan bahwa konsep Warteksi dibuat menyerupai warung pada umumnya agar mudah diakses masyarakat.
Bacaan Lainnya:
“Warteksi ini seperti warung biasa, tetapi menyediakan bahan pokok dengan harga subsidi,” jelasnya.
Selain paket sembako, sejumlah komoditas juga dijual dengan harga jauh lebih rendah. Beras premium 2 kilogram, misalnya, dijual Rp7.000 dari harga pasar Rp30.200.
Gula pasir dijual Rp12.000 per kilogram dari harga Rp19.000, sementara minyak goreng Rp13.500 dari harga pasar Rp23.000.
Komoditas seperti cabai dan bawang bahkan mendapat subsidi hingga Rp20.000 per kilogram.
“Masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan, baik satu jenis maupun seluruh komoditas yang tersedia,” tambahnya.




