“Pembekalan edukasi keuangan sejak dini adalah pondasi krusial untuk menciptakan generasi penerus yang mandiri secara finansial,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar program literasi keuangan dapat memberikan dampak berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, BUMD, dan pihak sekolah ini harus terus kita perkuat untuk memberikan dampak yang berkelanjutan,” tambahnya.
Bacaan Lainnya:
Sementara itu, Bank Kerta Tangerang mendorong implementasi program Tabungan Simpanan Wajib Belajar (SiWajar) sebagai instrumen utama dalam membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Program ini telah menjangkau 619 sekolah yang telah bekerja sama di Kabupaten Tangerang.
Kepala Bagian Operasional Bank Kerta Tangerang, Abdul Ghani, membeberkan bahwa kinerja Tabungan SiWajar menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga Mei 2026.
“Realisasi pencapaian Tabungan Siwajar pada periode Mei 2026 mencapai Rp23.4 milyar atau meningkat 44,23% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” ungkapnya.



