VISIBANTEN.COM, TANGERANG — Mudik biasanya identik dengan perjalanan panjang, macet, kehabisan tiket, sampai berbagai kejadian tak terduga di jalan. Hal itulah yang juga dialami Jemmy dan Pengky dalam kisah ‘Jalan Mudik yang Penuh Liku’.
Keduanya sebenarnya sudah tidak sabar ingin pulang kampung dan bertemu keluarga. Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus setelah mereka gagal mendapatkan tiket mudik.
Tak ingin menyerah, Jemmy dan Pengky akhirnya memilih mengendarai sepeda motor untuk menempuh perjalanan menuju kampung halaman. Dari sinilah berbagai cerita mulai muncul.
Perjalanan yang awalnya terlihat sederhana ternyata penuh tantangan. Ada saja persoalan dan kejadian tak terduga yang harus mereka hadapi. Namun, justru dari berbagai kejadian itulah Jemmy dan Pengky semakin memahami arti keluarga, persahabatan, serta pentingnya tanah kelahiran.
Perjalanan mereka bukan cuma soal bagaimana bisa sampai di rumah. Ada banyak pengalaman yang perlahan mengubah cara pandang keduanya terhadap kehidupan. Bahkan, perjalanan tersebut membuat mereka memiliki tekad untuk ikut membangun dan memajukan kampung halaman.
Bacaan Lainnya:
Mudik yang Bukan Sekadar Pulang
Kalau bicara soal perjalanan mudik yang penuh perjuangan, fenomenanya juga bisa ditemukan di Tiongkok.
Setiap Tahun Baru Imlek, jutaan orang melakukan perjalanan untuk kembali ke kampung halaman. Fenomena mudik besar-besaran ini dikenal dengan istilah Chunyun dan menjadi salah satu periode perjalanan terbesar di dunia.
Masalah yang dihadapi pemudik pun beragam. Tiket kereta cepat dan penerbangan bisa habis dalam waktu singkat.
Sementara mereka yang memilih perjalanan darat harus menghadapi kemacetan panjang, bahkan perjalanan yang bisa memakan waktu berhari-hari ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Belum lagi ketika sudah sampai rumah. Bertemu keluarga besar setelah perjalanan panjang terkadang juga menghadirkan “drama” tersendiri, mulai dari pertanyaan soal pekerjaan, pasangan, hingga rencana masa depan.
Karena itu, kisah Jemmy dan Pengky terasa cukup dekat dengan pengalaman banyak orang. Perjalanan pulang yang seharusnya sederhana malah berubah menjadi petualangan dengan banyak kejutan.
Menariknya, “Jalan Mudik yang Penuh Liku” tidak hanya mengandalkan kisah romantis atau konflik berat. Ceritanya justru menawarkan komedi, ide-ide kreatif, serta pesan tentang kebaikan yang membuat perjalanan kedua tokohnya terasa berbeda.
Bacaan Lainnya:
Seorang penonton bahkan mengaku menyukai film tersebut setelah menontonnya.
“jalan mudik yang penuh liku”,… setelah nonton jadi suka bgt, beda bgt dgn kebanyakan dracin lainnya yg menonjolkan sisi romantisme dan sering ada adegan kekerasannya, filemnya ini kocak penuh inspiratif dan ide2 brilian ditambah lagi penuh makna2 kebaikan.
Udah nonton yg lain2nya juga dgn pemeran yg sama, pokoknya seru lah kl yg main pemeran filem ini, kocak .
Komentar tersebut memperlihatkan bahwa unsur komedi dan pesan positif menjadi salah satu hal yang membuat kisah ini menarik perhatian.
Pada akhirnya, perjalanan Jemmy dan Pengky mengingatkan bahwa pulang kampung bukan selalu soal seberapa cepat seseorang sampai di rumah.
Kadang, justru perjalanan panjang dan berbagai masalah di sepanjang jalan yang membuat seseorang semakin menghargai keluarga, persahabatan, serta tempat yang disebut sebagai rumah.
‘Jalan Mudik yang Penuh Liku’ pun menjadi kisah tentang perjalanan, tawa, perjuangan, dan makna kebaikan yang ditemukan di tengah perjalanan pulang. (pra)




