VISIBANTEN.COM, TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau, cuaca panas, dan angin kencang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul tercatatnya enam kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Kota Tangerang pada Rabu (16/9/2026). Berdasarkan informasi BMKG Wilayah II, seluruh wilayah Banten masih berada dalam musim kemarau pada periode Dasarian II September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Cuaca panas, angin yang cukup kencang, serta kondisi lahan dan vegetasi yang mengering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran,” ujar Mahdiar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api,” tambahnya.
Bacaan Lainnya:
Enam Kejadian Kebakaran Tersebar di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan laporan sementara BPBD Kota Tangerang, enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Pinang, Cipondoh, Ciledug, Karang Tengah, dan Batuceper.
Objek yang terdampak cukup beragam, mulai dari tempat usaha, lapak rongsok, lahan dengan tumpukan sampah, hingga area industri.
Beberapa kejadian diduga dipicu korsleting listrik. Sementara tiga kejadian lainnya diduga berasal dari aktivitas membakar sampah.
“Beberapa kejadian diduga dipicu korsleting listrik, sementara tiga kejadian lainnya diduga berasal dari aktivitas membakar sampah,” papar Mahdiar.
“Dalam penanganannya, petugas BPBD mengerahkan personel dan armada untuk memadamkan api sekaligus mencegah rambatan menuju permukiman warga,” jelasnya.
Bacaan Lainnya:
Warga Diminta Tidak Membakar Sampah
BPBD Kota Tangerang meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran di lahan terbuka, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin bertiup cukup kencang.
Warga juga diminta memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Mahdiar mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
“Kalau melihat api atau asap yang berpotensi menjadi kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” katanya.
Bacaan Lainnya:
BPBD Tingkatkan Sosialisasi dan Pemantauan
Selain melakukan penanganan kebakaran, BPBD Kota Tangerang terus melakukan sosialisasi, pemantauan, dan koordinasi bersama perangkat daerah, TNI, Polri, aparat wilayah, serta relawan.
Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya melalui layanan 112 Kota Tangerang untuk mempercepat respons petugas.
Kebakaran Area Industri Batuceper
Salah satu kejadian yang sebelumnya mendapat penanganan intensif terjadi di area industri PT Global Teguh Indonesia, Jalan Pembangunan 1 Nomor 59, RT 003/001, Kelurahan Bayujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Kebakaran tersebut dilaporkan pada Selasa (16/9/2026). Laporan diterima BPBD Kota Tangerang melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 12.37 WIB.
Petugas kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 12.40 WIB dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 12.46 WIB.
Sebanyak 66 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Personel berasal dari UPT Batuceper, Pos Benda, Pos Belendung, UPT Periuk, Pos Keroncong, Mako, UPT Cibodas, dan Pos Pinang.
“Sebanyak 66 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Personel berasal dari UPT Batuceper, Pos Benda, Pos Belendung, UPT Periuk, Pos Keroncong, Mako, UPT Cibodas dan Pos Pinang,” jelas Mahdiar.
Bacaan Lainnya:
23 Armada Dikerahkan ke Lokasi
Penanganan kebakaran di area industri tersebut didukung 23 armada. Armada terdiri dari 17 unit Damkar BPBD Kota Tangerang, empat tangki DLH, satu water tank Koramil 02, dan satu water cannon Polres.
“Penanganan juga didukung 23 armada yang terdiri dari 17 unit Damkar BPBD Kota Tangerang, empat tangki DLH, satu water tank Koramil 02 dan satu water cannon Polres,” tambahnya.
“Pengerahan armada dilakukan untuk memperkuat proses pemadaman di lokasi,” sambungnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, termasuk kondisi angin yang cukup kencang dan kebutuhan sumber air.
“Angin cukup kencang dan sumber air menjadi salah satu kendala di lapangan,” ungkap Mahdiar.
“Namun, personel dan armada terus kami optimalkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke area sekitar,” lanjutnya.
Area industri yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 8.000 meter persegi dan lokasi sempat dipenuhi asap tebal.
Bacaan Lainnya:
Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui
Hingga perkembangan terakhir, penyebab kebakaran di area industri tersebut masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan dan pengamanan di lokasi.
Selain memadamkan api, petugas juga menjaga area permukiman di sekitar lokasi yang berhasil diselamatkan dari rambatan kebakaran.
“BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan 112,” imbaunya.
Menyusul kondisi musim kemarau dan cuaca yang panas, BPBD Kota Tangerang kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan setiap kejadian darurat agar dapat ditangani secepatnya. (pra)







