VISIBANTEN.COM, SERANG — Saat jogging pagi, tiba-tiba terasa ada tekanan berat di dada. Bukan nyeri yang luar biasa hebat, namun cukup membuat langkah terhenti.
Begitu berhenti dan duduk beristirahat, rasa itu perlahan menghilang seolah tidak pernah ada. Kejadian itu berulang setiap kali intensitas olahraga ditingkatkan, namun selalu hilang begitu istirahat.
Banyak orang mengabaikan pola seperti ini menganggapnya sebagai tanda kurang fit, efek cuaca, atau sekadar asam lambung yang naik.
Padahal, nyeri dada yang muncul saat aktivitas dan hilang saat istirahat adalah salah satu gejala paling klasik dari kondisi medis yang bernama angina stabil sebuah sinyal penting dari jantung yang tidak boleh diabaikan.
Bacaan Lainnya:
Apa Itu Angina Stabil?
Angina stabil adalah rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup aliran darah yang kaya oksigen saat beraktivitas.
Kondisi ini terjadi karena adanya penyempitan pada satu atau lebih pembuluh darah koroner arteri yang bertanggung jawab menyuplai darah ke otot jantung.
Dalam kondisi istirahat, penyempitan ini mungkin tidak menimbulkan masalah karena kebutuhan oksigen jantung masih terpenuhi. Namun saat berolahraga atau beraktivitas fisik, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen.
Ketika suplai tidak bisa memenuhi permintaan yang meningkat inilah saat angina muncul. Dan begitu aktivitas berhenti, kebutuhan oksigen kembali normal, sehingga nyerinya pun mereda.
Pola ‘muncul saat aktivitas, hilang saat istirahat’ inilah yang menjadi ciri khas angina stabil dan juga yang membuatnya sering dianggap bukan masalah serius.
Padahal, angina stabil adalah tanda peringatan nyata bahwa ada penyakit jantung koroner yang perlu dievaluasi.
“Angina stabil adalah ‘lampu merah’ dari jantung. Jantung sedang memberitahu bahwa ada pembuluh darah yang menyempit dan kondisi itu perlu dievaluasi segera sebelum berkembang menjadi serangan jantung. Banyak serangan jantung terjadi pada orang yang sebenarnya sudah merasakan gejala angina berminggu-minggu sebelumnya namun tidak mengindahkannya.” Jelas dr. Fani Suslina Hasibuan, Sp.JP(K), FIHA, dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Konsultan Intervensi, Bethsaida Hospital Serang.
Bacaan Lainnya:
Kenali Gejala Serangan Jantung Segera ke IGD
Waktu respon dalam penanganan pertama pada serangan jantung sangat penting. Pasien hanya memiliki waktu 90 menit untuk mendapat pertolongan pertama atau disebut dengan Golden Time.
Gejala utama serangan jantung adalah sebagai berikut:
- Terasa sangat berat, seperti diremas atau ditekan benda berat
- Menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, punggung, atau perut atas
- Disertai keringat dingin, mual, atau pusing hebat
- Berlangsung lebih dari 20 menit dan tidak membaik dengan istirahat
- Muncul pertama kali atau polanya berubah secara tiba-tiba
Penyakit Jantung Koroner: Akar dari Angina
Angina stabil hampir selalu merupakan manifestasi dari Penyakit Jantung Koroner (PJK), kondisi di mana arteri koroner mengalami penyempitan akibat penumpukan plak aterosklerosis di dalam dindingnya.
Plak ini terbentuk dari endapan kolesterol, lemak, sel inflamasi, dan jaringan fibrosa yang menumpuk selama bertahun-tahun, secara perlahan mempersempit lumen pembuluh darah.
PJK adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk Indonesia. Yang berbahaya dari kondisi ini adalah sifatnya yang senyap, proses penumpukan plak berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.
Gejala baru muncul ketika penyempitan sudah cukup signifikan untuk mengganggu aliran darah, dan saat itulah angina hadir sebagai sinyal peringatan.
Bacaan Lainnya:
Gejala Angina yang Perlu Dikenali
Angina tidak selalu terasa seperti nyeri dada yang dramatis. Gejala-gejalanya bisa sangat bervariasi antar individu:
Rasa tertekan, berat, atau seperti ada beban di tengah dada ini adalah gejala yang paling klasik.
Rasa terbakar di dada yang sering disalahartikan sebagai heartburn atau asam lambung.
Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung.
Sesak napas saat beraktivitas yang muncul bersamaan dengan atau bahkan menggantikan rasa nyeri dada.
Kelelahan yang tidak proporsional saat berolahraga cepat kehabisan napas pada aktivitas yang sebelumnya tidak masalah.
Pada wanita dan penderita diabetes: gejala bisa sangat tidak khas hanya berupa rasa mual, pusing, atau kelelahan ekstrim tanpa nyeri dada yang jelas.
Bacaan Lainnya:
Kapan Gejala Ini Biasanya Muncul?
Angina stabil biasanya dipicu oleh:
- Olahraga atau aktivitas fisik yang meningkatkan beban kerja jantung
- Stres emosional atau kecemasan yang intens
- Makan dalam porsi besar aliran darah ke saluran cerna meningkat
- Cuaca dingin pembuluh darah menyempit sebagai respons terhadap suhu
- Aktivitas setelah bangun tidur tekanan darah dan denyut jantung meningkat di pagi hari
Bacaan Lainnya:
Deteksi Dini Angina Stabil dengan Treadmill Test dan EKG Test
Salah satu tantangan dalam mendiagnosis angina stabil adalah bahwa gejalanya hanya muncul saat aktivitas sehingga pemeriksaan jantung dalam kondisi istirahat sering kali tidak menunjukkan kelainan yang jelas.
Di sinilah Treadmill Test atau Exercise Stress Test memainkan perannya yang sangat penting.
Treadmill Test adalah pemeriksaan di mana pasien berjalan di atas treadmill dengan kecepatan dan kemiringan yang ditingkatkan secara bertahap, sementara aktivitas listrik jantung (EKG), tekanan darah, dan saturasi oksigen dipantau secara real-time oleh dokter.
Tujuannya adalah untuk ‘memancing’ munculnya gejala dan perubahan EKG yang khas dari iskemia jantung kondisi yang terjadi saat aliran darah ke otot jantung tidak mencukupi.
“Treadmill Test adalah jendela yang memungkinkan kita melihat bagaimana jantung berperilaku saat bekerja keras. Banyak pasien yang EKG istirahatnya tampak normal ternyata menunjukkan perubahan bermakna saat treadmill dan temuan itulah yang kemudian membawa mereka mendapat penanganan yang menyelamatkan nyawa.” Jelas dr. Fani Suslina Hasibuan, Sp.JP(K), FIHA, Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Bethsaida Hospital Serang.
Bacaan Lainnya:
Deteksi Lebih Awal, Lindungi Jantung Anda
Angina stabil dan penyakit jantung koroner yang terdeteksi lebih awal memiliki prognosis yang jauh lebih baik. Dengan penanganan yang tepat baik melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, maupun prosedur intervensi jika diperlukan pasien dapat menjalani kehidupan yang aktif dan berkualitas.
Kunci dari semua itu adalah pemeriksaan yang tepat pada waktu yang tepat. Dan Bethsaida Hospital Serang hadir dengan kesempatan terbaik untuk memulai langkah itu.
“Bethsaida Hospital Serang berkomitmen untuk memberikan akses terhadap pemeriksaan jantung yang akurat, terjangkau, dan ditangani oleh dokter spesialis terbaik.
Skrining Jantung dengan metode Treadmill Test dan EKG ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap kesehatan jantung masyarakat Banten karena kami percaya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.” Jelas dr. Tirta Mulya, Direktur Bethsaida Hospital Serang. (*)







