VISIBANTEN.COM, TANGERANG — Sejak Galaxy Fold diperkenalkan pada 2019, Samsung terus mengembangkan teknologi ponsel lipat—dari sekadar membuktikan bahwa layar bisa dilipat hingga menghadirkan perangkat yang semakin tipis, tangguh, pintar, dan fleksibel.
Kini, perjalanan tersebut memasuki generasi kedelapan melalui Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8.
2019: Memulai Era Foldable
Galaxy Fold menjadi langkah pertama Samsung di pasar foldable. Layar utama 7,3 inci, App Continuity, dan Multi-Active Window memperkenalkan pengalaman smartphone dengan area layar yang lebih luas.
2020: Foldable Menjadi Lebih Fleksibel
Galaxy Z Fold2 membawa Flex Mode dan desain engsel yang memungkinkan perangkat digunakan dalam berbagai sudut. Sementara Galaxy Z Flip memperkenalkan konsep clamshell dengan Ultra-Thin Glass.
Bacaan Lainnya:
2021: Fokus pada Ketahanan
Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 menghadirkan IPX8 serta Armor Aluminum, memperkuat aspek ketahanan untuk penggunaan sehari-hari.
2022: Produktivitas Layaknya PC
Galaxy Z Fold4 hadir dengan Android 12L, Taskbar, dan dukungan multitasking yang lebih optimal. Di sisi lain, Z Flip4 mengembangkan FlexCam untuk fotografi hands-free.
2023: Layar Eksternal Makin Berguna
Galaxy Z Fold5 membawa Flex Hinge, sementara Z Flip5 memperbesar FlexWindow menjadi 3,4 inci sehingga lebih banyak fungsi dapat diakses tanpa membuka perangkat.
Bacaan Lainnya:
2024: Galaxy AI Masuk ke Foldable
Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6 memperkenalkan pengalaman Galaxy AI yang disesuaikan dengan karakter masing-masing perangkat—mulai dari produktivitas hingga kreasi konten.
2025: Lebih Tipis dan Luas
Galaxy Z Fold7 membawa kamera wide-angle 200MP serta desain 8,9 mm saat dilipat. Z Flip7 mendapatkan FlexWindow edge-to-edge 4,1 inci.
2026: Tiga Form Factor
Samsung memperluas lini foldable melalui Galaxy Z Fold8 Ultra, Z Fold8, dan Z Flip8.
Fold8 menawarkan desain lebih ringan dengan bobot 201 gram, sedangkan Fold8 Ultra membawa layar utama 8 inci dan sistem kamera berstandar Ultra. Flip8 mempertahankan desain clamshell dengan FlexWindow yang lebih terintegrasi dan bobot 180 gram.
Bacaan Lainnya:
Dari Layar Lipat ke Pengalaman Baru
Delapan generasi ini memperlihatkan perubahan fokus Samsung:
2019: membuktikan teknologi
→ 2020: fleksibilitas
→ 2021: ketahanan
→ 2022: produktivitas
→ 2023: kemudahan
→ 2024: AI
→ 2025: desain
→ 2026: pilihan form factor.
Yang berubah bukan hanya perangkatnya, tetapi juga cara Samsung memanfaatkan layar, engsel, kamera, software, dan AI untuk menciptakan pengalaman mobile yang berbeda.
Perjalanan Galaxy Z pun menunjukkan bahwa foldable telah berkembang jauh dari sekadar “smartphone yang bisa dilipat.” (pra)



