Tangerang Raya

Normalisasi Kali Ledug Berlanjut, Pemkot Tangerang Perkuat Antisipasi Banjir

9
×

Normalisasi Kali Ledug Berlanjut, Pemkot Tangerang Perkuat Antisipasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Kali Ledug
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin meninjau proses normalisasi Kali Ledug di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa (22/9/2026). Normalisasi sepanjang 700 meter tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan tuntas pekan depan sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim penghujan.

VISIBANTEN.COM, TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat langkah antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, menjelang musim penghujan dan pergantian tahun.

Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik rawan genangan. Salah satunya di Kali Ledug, Kecamatan Periuk, yang proses normalisasinya masih terus berlanjut.

Normalisasi Kali Ledug dilakukan dengan pengerukan sedimentasi dan pendalaman aliran sungai. Proses tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dari total target yang ditentukan.

Normalisasi dilakukan sepanjang 700 meter, mulai dari Jembatan Alamanda hingga Pintu 5 Kali Ledug di dekat Situ Bulakan, Periuk.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin meninjau langsung proses pengerukan sedimentasi dan pendalaman Kali Ledug di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa (22/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan upaya peningkatan kapasitas aliran sungai berjalan sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi musim penghujan.

Kawasan sekitar Jembatan Alamanda hingga arah Total Persada selama ini menjadi salah satu lokasi yang rawan mengalami genangan.

“Prinsipnya, kita sedia payung sebelum hujan,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, kondisi yang memungkinkan perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan normalisasi sungai dan drainase sebelum curah hujan meningkat.

“Saat kondisi memungkinkan seperti sekarang, kita manfaatkan untuk melakukan normalisasi, termasuk pengerukan dan pendalaman sungai,” jelasnya.

Selain Kali Ledug, Pemkot Tangerang juga melakukan penguatan turap di sejumlah titik.

Sachrudin meninjau hasil penurapan di sepanjang Kali Mutiara Pluit, Kelurahan Periuk. Penguatan tersebut dilakukan untuk memastikan badan sungai mampu menahan debit air dan aliran tetap berjalan lancar.

“Turapnya harus kuat menahan beban air dan alirannya juga harus dipastikan lancar,” tegas Sachrudin.

Ia menyebut berbagai pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kesiapan Pemkot Tangerang menghadapi musim penghujan.

“Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi musim penghujan,” ungkapnya.

Sachrudin mengatakan, pencegahan perlu dilakukan sebelum banjir terjadi karena dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat hingga kesehatan.

“Kalau banjir sudah terjadi, aktivitas masyarakat terganggu dan kesehatan juga bisa terdampak,” tuturnya.

“Karena itu, pencegahan harus kita lakukan bersama sebelum bencana terjadi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan normalisasi Kali Ledug terus dikerjakan.

Dari total pekerjaan sepanjang 700 meter, progres normalisasi telah mencapai sekitar 50 persen. Pengerukan difokuskan pada sedimentasi lumpur dan material yang menumpuk di dasar kali.

“Alhamdulillah, normalisasi sudah berjalan sekitar 50 persen,” ujar Taufik.

“Sedimentasi lumpur dan material lainnya yang menumpuk di dasar kali semuanya diangkat agar kapasitas bisa tetap terjaga,” jelasnya.

Normalisasi tersebut ditargetkan dapat dituntaskan pada pekan depan. Target itu diharapkan dapat membuat kapasitas aliran Kali Ledug lebih optimal sebelum memasuki musim penghujan.

“Adanya normalisasi ini diharapkan menjadi langkah mitigasi untuk mengantisipasi luapan dan banjir saat curah hujan mulai tinggi nanti,” paparnya.

Selain Kali Ledug, Pemkot Tangerang memanfaatkan kondisi musim kemarau untuk menggencarkan normalisasi di sejumlah lokasi lain.

Beberapa di antaranya berada di kawasan Mutiara Pluit, Kali Cantiga, serta sejumlah titik lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang meningkatkan kapasitas saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan saat musim penghujan.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran warga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aliran air, terutama dengan tidak membuang sampah ke got, parit, drainase maupun sungai. (pra)